Jatim Juga Minim Tenaga Spesialis Jiwa

Media Bidan - Jumlah tenaga spesialis jiwa (psikiater) sekitar 600 orang. Dari jumlah tersebut 75%-nya hanya ada di kota-kota besar, seperti Jakarta, Surabaya, dan Jogjakarta. Tentu ini info menarik buat para pelajar atau yang baru lulus sekolah.

“Dari jumlah itu 50 persen di Jakarta, seperlima di Surabaya dan seperenamnya di Jogjakarta. Sisanya di kota besar lainnya. Sementara di daerah pelosok hampir dipastikan tidak tersedia. Di kota saja kekurangan bagaimana di pelosok,” kata Ketua Jejaring Komunikasi Kesehatan Jiwa dr G Pandu Setiawan SpKJ.

Fakta tersebut, lanjut dia,  jelas sangat menyulitkan. Idealnya satu orang spesialis kejiwaan menangani 30.000 pasien gangguan jiwa. Namun kenyataannya berdasarkan data Riskesdas 2010 ada 11,6 persen penduduk Indonesia yang berusia di atas 15 tahun yang mengalami gangguan mental emosional atau berkisar 19 juta penduduk. Dimana 0,46 persen diantaranya bahkan mengalami gangguan jiwa berat atau sekitar 1 juta penduduk. Artinya satu psikater menangani 400 ribu penderita.

Menurut Pandu, minimnya tenaga dokter spesialis kejiwaan ini disebabkan kurangnya pusat pendidikan psikiatri di Indonesia. “Dengan jumlah moderat, bila selama 10 tahun ada 250 lulusan psikiater, maka 1 psikiater bisa menangani 100.000 pasien, dengan catatan ada tambahan psikiater dan tidak ada yang meninggal. Tapi itu kan tidak mungkin,” ucapnya.

Karena itu, ia mengharapkan, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pendidikan lebih serius menghadapi persoalan ini. “Soal kejiwaan memang tidak langsung menyangkut hidup dan mati tidak seperti dokter spesialis lainnya misalnya seperti jantung, atau bedah. Namun jika setiap tahun jumlah pasien kejiwaan terus bertambah dan tidak tertangani dengan baik apalagi kebanyakan usia produktif maka Indonesia akan kehilangan generasi masa depannya,” ucapnya. (irm/mas)

Baca juga:

  • Jatim Minim Ahli Gizi

Belum ada komentar

Tinggalkan balasan