Kualitas

Kualitas itu datangnya dari kuantitas. Meski kuantitas akademi kebidanan kian banyak namun kualitas tetap harus menjadi perhatian utama.

“Kompetensi dan kualitas bidan menjadi salah satu perhatian yang harus dilakukan,” ujar Direktur Akademi Kebidanan Ngudia Husada Madura, Novi Anggraeni, S.SiT.MPH.

Wanita kelahiran Sidoarjo 26 Mei, 30 tahun lalu itu mengatakan Prodi D3 Kebidanan Ngudia Husada Madura pun sudah mulai melakukan berbagai perubahan yang diperlukan. “Hasilnya, hampir 100% lulusan bidan di Ngudia Husada Madura sudah terserap di pemerintah atau swasta,” ungkap lulusan S2 KIA KR UGM Yogyakarta ini dengan bangga.

Akademi Kebidanan Ngudia Husada Madura Bangkalan mempunyai visi “Menjadikan DIII Kebidanan Ngudia Husada Madura Bangkalan yang terkemuka dikawasan Regional, pemuka dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat”.

Ibu dari Diva dan Bima ini punya pesan kepada para bidan sebelum terjun ke masyarakat. “Utamakan etika karena bidan akan menjadi trend setter ketika dia berada di tengah-tengah masyarakat, skill menjadi poin penting ketika terjun di masyarakat tapi jangan meninggalkan pengetahuan karena dengan tahu kita bisa,” pesannya.

Diakuinya, terjun menjadi bidan ini karena berawal dari rasa penasaran. “Ya, saya penasaran melihat proses persalinan,” kenangnya. Karena itu istri dari Wirantono Adiputra, ST ini kemudian pada 2003 berhasil menamatkan sekolahnya di Prodi Kebidanan Bangkalan dan D IV Bidan di STIKES Ngudi Waluyo Ungaran Th 2007. (mas/mas)

Baca juga:

  • Balai Pengobatan / Rumah Bersalin Anugrah Selalu Puaskan Pasien
  • Dari Pulau ke Pulau
  • Rumah Sakit Bedah Surabaya





Belum ada komentar

Tinggalkan balasan