Kurangi Lajunya Pertumbuhan penduduk, BKKBN Gelar workshop

Mediabidan.com – Untuk mencegah ancaman terjadinya ledakan penduduk, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengelar workshop jurnalis nasional dan provinsi se-Indonesia.

Diharapkan, melalui workshop Desiminasi Hasil Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) 2007 bagi jurnalis nasional dan Provinsi  yang bertajuk penyebarluasan informasi kependudukan dan keluarga berencana (KB), program keluarga berencana bisa mendapatkan perhatian dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

Workshop ini dihadiri pejabat BkkbN pusat esalon II dan III, serta seluruh perwakilan media cetak se-Indonesia dibuka langsung oleh Kepala BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional) Pusat Dr Sugiri Syarief di Sahira Butik Hotel, Bogor Selasa malam kemarin (15/3).

Dalam sambutannya, Sugiri mengatakan sejak beberapa tahun lalu BKKBN memprediksi akan adanya peningkatan pertambahan jumlah penduduk, apabila program KB terabaikan, karena itu presiden RI dalam berbagai kesempatan mengemukakan laju pertumbuhan  kependudukan di Indonesia sudah dikatagori lampu kuning.

Hal ini karena program KB pada tahun 2000- an kurang mendapat perhatian hingga pada titik nadir yang mengkhawatirkan, kalah dengan hiruk pikuk persoalan politik, hukum dan sosial dan sebagainya bahkan program KB nyaris tak terdengar .

“Hasilnya terpetik saat dilakukan sensus penduduk tahun 2010 lalu. Yang menunjukkan laju pertumbuhan penduduk naik dari 1,47 persen tahun 2000 menjadi 1,49 persen dari tahun 2010 dengan jumlah penduduk mencapai 237,6 juta jiwa, melampaui angka proyeksi yang hanya mencapai 234 juta jiwa,”kata sugiri di hadapan perwakilan wartawan se-Indonesia.

Dengan laju pertumbuhan penduduk 1,49 persen pertahun, maka pertambahan penduduk setiap tahun sekitar 3 sampai 4 juta jiwa atau sekitar 10 ribu bayi yang lahir setiap hari. Jumlah ini akan memberikan implikasi pada kebutuhan hidup, yang nantinya berpengaruh pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan beragama. “Celakanya data mebuktikan kelahiran pada keluarga yang kurang mampu lebih banya dari keluarga mampu dan berpendidikan,” pungkasnya.

Penulis : Siska

Baca juga:

  • Jatim Bentuk Koalisi Indonesia Untuk Kependudukan Dan Pembangunan
  • IBI Cabang Kabupaten Pasuruan
  • Siapkan Generasi Berkualitas





Belum ada komentar

Tinggalkan balasan