Laju Pertumbuhan Penduduk Jatim 0,76 Persen

Mediabidan.com – Dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir, Jawa Timur mencapai prestasi dengan menekan lima target kependudukan meliputi laju pertumbuhan penduduk (LPP). Pada  periode 2000-2010 rata-rata LPP Jatim sebesar 0,76 persen.

Menurut Susenas 2010 turun menjadi 0,49 persen, angka Fertility Rate (T-FR) tahun 2000/2003 mencapai 1,64 persen, pencapaian angka Contraceptive Prevelence Rrate (CPR) sebesar 61,4 persen sedangkan Jatim mencapai 66,1 persen, menurunnya angka kematian ibu melahirkan 108/100.000 serta angka Unmet Need Jatim sebesar 6,6 persen.

“Meningkatkan kesehatan Ibu serta menurunkan angka kematian Ibu melahirkan sangat berdampak pada pembangunan secara keseluruhan khususnya di Jatim,” kata Pakde Karwo.

Mantan Sekdaprov Jatim ini menuturkan dalam upaya mewujudkan Program kependudukan dan keluarga berencana nasional yang solid dan kokoh, Pemprov Jatim disertai peran aktif masyarakat harus melakukan perubahan ke arah perbaikan baik dalam kelembagaan, ketatalaksanaan ataupun dalam hal sumber daya manusia.

“Ada pekerjaan serius yang harus dikerjakan oleh BKKBN dan Pemprov Jatim. Tidak ada gunanya bila pertumbuhan ekonomi yang tinggi, LPP juga ikut meningkat. Maka menjadi tugas BKKBN untuk memberikan penyuluhan KB kepada masyarakat di jatim,” lanjutnya.

Kebijakan kesehatan KB dan kependudukan, Pemprov Jatim mempunyai dua program yakni, pertama, program asuransi kesehatan.  Kedua, program sistem kesehatan. Rumah sakit saat ini dipenuhi pasien, ini menandakan sudah saatnya kesehatan masyarakat Jatim  harus memperoleh perhatian serius.

“Pemprov membutuhkan tindakan preventif untuk menurunkan grafik penderita. Caranya Pemprov bersepakat untuk membuat sistem dengan merubah Polindes menjadi Ponkes di tiap desa atau kelurahan. Polkes nantinya diisi tenaga 1 perawat dan 1 bidan dan buka 24 jam,” tandas Pakde.

Untuk merealisasikan program tersebut, Dinas Kesehatan Provinsi Jatim segera membuat langkah konkritnya. Nantinya pasien atau penderita tidak perlu menuju rumah sakit besar di kota tetapi cukup ke Ponkes yang ada di tiap desa atau kelurahan.” Kalau program ini bekerjasama dengan BKKBN dan lebih diintensifkan maka program ini sangat menguntungkan masyarakat pedesaan,” terangnya.

Reporter : Siska
Editor : Agus

Baca juga:

  • Jatim Bentuk PPK-BLUD Agar RS Beri Layanan Prima





Belum ada komentar

Tinggalkan balasan