November 2013 Uji Kompetensi D III Kebidanan

uji kompetensiPelaksanaan uji kompetensi bagi peserta didik pendidikan tinggi Diploma III Kebidanan akan dilaksanakan pada November 2013 mendatang. Kepastian pelaksanaan uji kompetensi itu tertuang dalam Surat Edaran Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementrian Pendidikan Dan Kebudayaan Nomor 704/E.E3/DT/2013 tentang Uji Kompetensi bagi calon lulusan pendidikan tinggi bidang kebidanan dan keperawatan  tertanggal 24 Juli 2013.

Standarisasi lulusan pendidikan tinggi khususnya bidang kebidanan melalui uji kompetensi yang bermutu ini dilakukan sebagai bagian dari proses evaluasi pembelajaran yang terintegrasi dalam sistem pendidikan.

Uji kompetensi dilaksanakan pada tahap akhir pendidikan (setelah menyelesaikan seluruh tahap pendidikan) sebagai exit exam dengan memperhatikan : pentingnya lingkungan akademik profesional, peran uji kompetensi sebagai umpan balik terhadap mutu proses pembelajaran serta integrasi sistem pendidikan-pelayanan kesehatan.

Uji kompetensi berlaku bagi peserta didik yang belum menyelesaikan seluruh tahap pendidikan terhitung mulai tanggal 1 Agustus 2013. Tahap pertama pelaksanaan uji kompetensi bagai mahasiswa Diploma III Kebidanan akan dilaksanakan pada November 2013 mendatang.

“Selanjutnya uji kompetensi akan dilaksanakan sebanyak tiga kali dalam setahun, yakni pada bulan Maret, Juli dan November,” demikian bunyi surat edaran Dirjen Dikti no 704 yang ditandatangani Dirjen Dikti Djoko Santoso.

Penyelenggaraan uji kompetensi ini oleh perguruan tinggi bekerjasama dengan Majelis Tenaga Kesehatan Indonesia (MTKI) yang dipayungi dengan Surat Keputusan Bersama antara Dirjen Dikti dan Kepala Badan PPSDMK Kemkes tentang Penyelenggaraan Uji Kompetensi bagi mahasiswa perguruan tinggi bidang kesehatan.

Peserta uji kompetensi berasal dari program studi yang telah memiliki ijin operasional dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi yang masih berlaku. Tempat penyelenggaraan uji kompetensi adalah pada perguruan tinggi yang mempunyai program studi bidang kesehatan, memiliki ijin operasional dari Dirjen Dikti yang masih berlaku dan memenuhi persyaratan yang tercantum dalam panduan pelaksanaan uji kompetensi yang diterbitkan oleh Dirjen Dikti dan Kepala Badan PPSDMK Kemkes.

Kelulusan uji kompetensi menjadi salah satu syarat kelulusan dari perguruan tinggi. Calon lulusan yang telah lulus uji kompetensi berhak mendapatkan sertifikat kompetensi yang diterbitkan oleh perguruan tinggi setelah dinyatakan lulus kompetensi yang telah dibuktikan dengan surat tanda lulus dari panitia nasional.

 

 

Pendaftaran kolektif dilakukan oleh perguruan tinggi kepada Majelis Tenaga Kesehatan Indonesia (MTKI) melalui Majelis Tenaga Kesehatan Provinsi (MTKP) sesuai domisili peruguruan tinggi untuk proses penerbitan Surat Tanda Registrasi (STR).

Pembiayaan uji kompetensi untuk tahun 2013 berasal dari anggaran Kementrian Kesehatan yang sesuai, sedangkan untuk tahun berikutnya berasal dari APBN atau anggaran belanja perguruan tinggi ytang relevan dan peran serta masyarakat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang akan diatur kemudian.

Hasil uji kompetensi akan dipublikasikan sebagai bentuk akuntabilitas publik serta memberikan umpan balik bagi institusi pendidikan dalam perbaikan proses pembelajaran. Hal hal yang berkaitan dengan mekanisme dan prosedur uji kompetensi akan diatur dalam bentuk Panduan Pelaksanaan, yang disusun bersama oleh Dirjen Dikti dan Kepala Badan PPSDMK Kemkes dalam waktu yang tidak terlalu lama. (*)

Baca juga:

  • Uji Kompetensi Bidan Wajib Bagi Semua Bidan
  • Nikah Dini Jadi Tren Remaja Perkotaan
  • Cuaca Ekstrem, Penderita Ispa Meningkat





One comment

  1. rusli m.zen
    #1

    bagaimana dengan mahasiswi yang tidak lulus ujian kopetensi namun seluruh mata kulya telah lulus,apakah masih di ikut serta dalam proses perkuliahan seperti biasa.ataukah seperti apa.?mohon penjelasan.!

Tinggalkan balasan