Pelatihan Pratugas Bidan PTT Menjadi Prasyarat Masuk Dunia Kerja

Media Bidan – Kita ketahui bersama bahwa Bidan sebagai tenaga kesehatan memiliki peran langsung dalam upaya pelayanan kesehatan ibu dan anak, khususnya dalam menurunkan angka kematian ibu, bayi dan anak balita serta meningkatkan berperilaku hidup sehat di masyarakat. 

 

Oleh karena itu pemerintah terus berusaha untuk memenuhi kebutuhan bidan di seluruh desa di wilayah Indonesia sehingga AKB dan AKI bisa terwujudkan sebagaimana tertuang dalam Mellenium Development Goal’s(MDG’s).

 

Lembaga diklat kesehatan  sesungguhnya  menjadi bagian penting  dalam upaya menyiapkan program pelatihan  seorang bidan memulai memasuki dunia kerja  antara lain pelatihan yang berkualitas yaitu pelatihan yang terakreditasi, baik program pelatihannya, pelatihnya maupun institusi tempat pelatihan.

 

Pelatihan Pratugas bidan merupakan upaya untuk menghasilkan tenaga bidan professional yang bekerja bersama masyarakat dengan selaras dan seimbang. Oleh karena dalam setiap pelatihan pratugas harus jelas tujuannya yaitu setelah mengikuti pelatihan pratugas diharapkan Bidan PTT yang akan memasuki dunia kerja kebidanan diharapkan memiliki kemampuan teknis dan administrasi dalam melaksanakan upaya pelayanan kesehatan ibu dan kesehatan anak serta system rujukannya.

 

Secara khusus ada tiga hal yang menjadi fokus perhatian  oleh para bidan baru yaitu pertama yang bersangkutan harus memahami dan menguasai wilayah kerja di desa.

 

Kedua melakukan pemberdayaan masyarakat dalam rangka menunjang tugas bidan dan ketiga merencanakan, melaksanakan, memantau dan menilai serta melaporkan program kesehatan ibu dan kesehatan anak yang merupakan bagian tugas profesi kebidanan.

 

Struktur program pelatihan pratugas bidan dari waktu  ke waktu selalu mendapat perhatian untuk perbaikan , namun kegiatan pelatihan pratugas bidan sampai  dengan periode tahun 2010 berjumlah 70 Jam pelajaran yang terbagi dalam 27 jam pelajaran untuk teori dan 43 jam pelajaran untuk praktek.

 

Untuk tahun berikutnya kemungkinan jam pelajaran akan bertambah sesuai dengan kebutuhan perkembangan pengetahuan dan ketrampilan yang seharusnya dimiliki oleh yang bersangkutan.

 

Tiga point besar materi yang diberikan pada pelatihan pratugas bidan mencakup yaitu materi dasar meliputi kebijakan yang berkaitan dengan penurunan AKI dan AKB kemudian tugas pokok dan tupoksi bidan PTT ketiga perundang undangan kesehatan termasuk yang berkaitan dengan profesi bidan.

 

Point kedua adalah materi inti materi tentang perencanaan kegiatan KIA dan pemetaan sasaran KIA, tata hubungan kerja bidan di desa, evaluasi program KIA, perencanaan persalinan aman, manajemen input pelayanan KIA-KB, manajemen proses pelayanan KIA-KB, manajemen output pelayanan KIA-KB, pencatatan dan pelaporan program KIA-KB, pengelolaan vaksin di Polindes, keluarga sadar gizi/kadarzi, penggerakan masyarakat, manajemen promosi kesehatan dan komunikasi.

 

Point ketiga berupa materi penunjang antara lain dinamika kelompok, upaya peningkatan kinerja  bidan di desa dan seminar RTL/RKO (rencana kerja operasional), cerita pengalaman bidan di desa yaitu kita menghadirkan  bidan teladan  yang akan meceritakan pengalamannya sehingga menjadi idan teladan dan ini diharapkan akan menjadi inspirasi bidan baru untuk meneladani seniornya dan bekerja lebih baik lagi.

 

Diharapkan dengan materi di atas, bidan baru dimungkinkan lebih siap baik secara fisik maupun mental dalam mengarungi tugasnya sebagai bidan di desa.

 

Para fasilitator yang telah disiapkan untuk menfasilitasi bidan baru cukup representative  dan kompeten yaitu pejabat dari Dinkes Provinsi, pengelola program ,  dan widyaiswara Bapelkes.

 

Metode dan proses pembelajaran yang diterapkan agar memberikan manfaatkan yang dapat dirasakan dan peserta dapat mengikuti dengan mudah, adalah penekanan pada upaya yang mendorong peran serta aktif peserta untuk belajar sambil berbuat ( learning by doing ) melalui cara belajar orang dewasa (andragogy)  meliputi curah pendapat, simulasi dan latihan , penugasan dan diskusi kelompok serta ceramah ,tanya jawab.

 

Akhirnya bagi bidan PTT yang baru memasuki dunia kerja kami sampaikan selamat dan sampai jumpa di pelatihan pratugas bidan 2012 siapkan fisik dan mental anda untuk mengabdi pada Negara dan bangsamu.

 

Penulis :

 

Drs.Mochamad Nasir,MKes

Widyaiswara Bapelkes Murnajati Lawang Kab.Malang

 

Baca juga:

  • Kanker Bisa Serang Siapa Saja
  • Puncak HUT Bidan, IBI Jatim Gelar Seminar
  • Vasektomi Kurang Sukses, BKKBN Akan Luncurkan Pil Dan Suntik Untuk Pria





One comment

  1. maria saragih
    #1

    saya ingin mencari lowongan kerja tensgs medis kebidanan saya

Tinggalkan balasan