Uji Kompetensi Bidan Wajib Bagi Semua Bidan

uji kompetensiUji kompetensi bidan ini ternyata juga wajib diikuti oleh seluruh bidan, baik yang sudah bekerja maupun bagi para calon bidan. Ketua Pengurus Pusat Ikatan Bidan Indonesia (PP IBI) Emi Nurjasmi mengatakan kewajiban mengikuti uji kompetensi baru diberlakukan pada tahun 2013. Setelah mengikuti uji kompentensi, bidan akan memperoleh sertifikat yang berlaku selama lima tahun dan bisa diperpanjang.

Lalu bagaimana dengan bidan yang sudah bekerja namun belum pernah mengikuti uji kompetensi?

Mereka yang sudah bekerja sebagai bidan namun belum melewati uji kompetensi tetap harus mengikutinya saat memperpanjang sertifikasi. Karena itu, semua bidan di Indonesia diharapkan sudah mendapatkan sertifikat kompetensi paling lambat lima tahun sejak kewajiban itu diterapkan atau pada tahun 2018.

Uji kompetensi adalah suatu proses untuk mengukur pengetahuan,keterampilan dan sikap tenaga kesehatan sesuai dengan standar profesi. Sistem Uji Kompetensi ini seusai dengan SK 179/2011 bersifat nasional, dikelola pemerintah pusat oleh Majelis Tenaga Kesehatan Indonesia bersama MTKP dan organisasi profesi.

Soal uji disusun berdasarkan standar kompetensi, blue print dan kisi-kisi soal yang dikembangkan oleh team nasional. Pelaksanaan uji kompetensi dilakukan oleh institusi pendidikan yang telah terakreditasi bersamaan dengan pelaksanaan ujian akhir (exit exam).

Jumlah 180 soal dan disediakan waktu 3 jam, jenis soal yang digunakan adalah MCQ dengan alternatif jawaban (a,b,c,d,e) serta sejumlah soal disajikan dalam bentuk kasus (vignet).

Metode Uji Kompetensi Bidan Indonesia (UKBI) ini telah mengalami perubahan, jika dulu UKBI dilakukan setelah wisuda, maka sekarang dilakukan sebelum wisuda, sehingga setelah wisuda lulusan sudah memiliki ijazah dan STR serta siap bekerja.

Baca juga:

  • Seleksi Ketat Calon Mahasiswi Kebidanan
  • Rumitnya Mengurus Izin SIPB di Banyuwangi
  • Kompensasi Jampersal Minim





Belum ada komentar

Tinggalkan balasan